Selenggarakan Vaksinasi untuk Masyarakat, Netty Aher: Jangan Sampai Sentra Vaksinasi Jadi Klaster Penularan

02-08-2021 / LAIN-LAIN
Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani Aher . Foto: Dok/Man

 

Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani Aher bekerja sama dengan Persatuan Umat Islam (PUI) dan PT Migas Hulu Jabar (MHJ) menggelar vaksinasi gratis untuk masyarakat pada Jumat (30/7/2021), Senin (2/8/2021) dan Rabu (4/8/2021) di Edelweis Hospital, Bandung. Selain di Bandung, rencananya  kegiatan serupa  akan dilakukan  di  Depok, Bogor, Bekasi dan beberapa daerah lainnya. 

 

“Layanan vaksinasi bagi masyarakat ini merupakan upaya membantu pemerintah mengakselerasi program vaksinasi. Harapannya, misi herd immunity segera tercapai,” kata Netty dalam rilisnya kepada Parlementaria, Senin (2/8/2021). Netty pun hadir di lokasi penyuntikan vaksin di Edelwis Hospital, Bandung, Senin (2/8/2021)

 

Layanan vaksinasi dilangsungkan dengan protokol kesehatan ketat. Para vaksinator mengenakan APD standar, sedangkan panitia serta calon penerima vaksin wajib menjalankan prokes 3M. “Vaksinasi adalah upaya membentuk kekebalan komunitas. Tentunya kita tidak ingin kegiatan ini justru menjadi klaster penularan Covid-19 karena longgarnya prokes,” ujar politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu.

 

Menurut pengamatannya, terjadi kerumunan dan pengabaian prokes di beberapa sentra vaksinasi yang berpotensi terjadinya penularan. “Pemerintah harus memastikan SOP penyelenggaraan vaksinasi berjalan dengan baik. Jangan karena mengejar target suntikan, kemudian  mengabaikan prokes," terang Netty. 

 

Tokoh perempuan Jawa Barat ini juga berharap penyelenggaraan vaksinasi ini dapat membantu realisasi vaksinasi 5 juta dosis per hari sebagaimana target pemerintah. “Janji pemerintah melakukan lima juta dosis perhariakan cepat tercapai jika menggandeng banyak elemen masyarakat. Pemerintah punya vaksin, namun ada kendala keterbatasan vaksinator dan kemampuan mobilisasi warga. Ini dapat diatasi melalui kolaborasi,” katanya. 

 

Oleh karena itu, kata Netty, pemerintah harus melakukan evaluasi komprehensif terkait capaian vaksinasi nasional. “Lakukan evaluasi menyeluruh dan temukan faktor penyebabnya. Jangan ragu menggandeng elemen masyarakat. Singkirkan dulu soal koalisi atau oposisi. Fokus utama adalah memperjuangkan keselamatan rakyat," tandas legislator daerah pemilihan (dapil) Jawa Barat VIII itu.

 

Terakhir, Netty  berterima kasih kepada seluruh pihak yang turut menyukseskan penyelenggaraan vaksinasi  selama tiga hari tersebut. “Terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat seperti PUI, PT MHJ, Edelwis Hospital, serta seluruh  SDM yang terlibat, baik vaksinator maupun panitia lapangan serta para penerima vaksin yang antusias mengikuti kegiatan. Semoga program ini dapat dilaksanakan di tempat lain sehingga herd immunity masyarakat segera terwujud,” harap Netty. (rnm/sf)

BERITA TERKAIT
Once Bicara RUU Hak Cipta: Musisi Bukan Soal Enggan Bayar Royalti, tapi Cari Keadilan
28-08-2025 / LAIN-LAIN
PARLEMENTARIA, Jakarta — Anggota DPR RI Elfonda Mekel, menggarisbawahi bahwa polemik hak cipta dan royalti bukanlah soal keengganan pihak-pihak tertentu...
Melly Goeslaw Desak Perbaikan Tata Kelola Royalti Demi Kesejahteraan Pencipta Lagu
27-08-2025 / LAIN-LAIN
PARLEMENTARIA, Jakarta — Anggota DPR RI, Melly Goeslaw, sekaligus pencipta lagu menyampaikan desakan agar tata kelola royalti di Indonesia diperbaiki...
Yan Mandenas Desak Aparat Tindak Tegas Tambang Ilegal di Papua
26-08-2025 / LAIN-LAIN
PARLEMENTARIA, Manokwari - Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra Dapil Papua, Yan Permenas Mandenas, mendesak aparat kepolisian dan TNI segera...
Pemda Tak Berdaya Hadapi Tambang Ilegal yang Dapat Bekingan
26-08-2025 / LAIN-LAIN
PARLEMENTARIA, Manokwari - Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Yan Permenas Mandenas, menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak berdaya menghadapi tambang...